aKU

aKU

Rabu, 06 Maret 2013

21 ME!


3 Maret itu selalu membuatku tua.
3 Maret itu selalu membuatku hidup.
3 Maret itu selalu membuatku sedih sekaligus bahagia.
3 Maret itu selalu tentang AKU



Yeah, its My Birthday….
Aku tak pernah merayakan hari kelahiranku dan pertambahan usiaku secara khusus dan terencana. Tak pernah ada pesta, tak ada kumpul-kumpul, tak ada tumpukan hadiah, tak ada makan-makan atau apalah yang lazimnya dilakukan mereka yang berulang tahun.
3 maret selalu membuatku sibuk hingga terkadang aku melupakannya. Tapi mereka selalu mengingatnya, yah mereka yang teramat kusayang.
Pagi tadi Mamaku  membangunkanku dengan kecupan lembut dan ucapan selamat ulang tahunnya yang sedikit mengagetkanku karena aku lupa (lagi!) pada hari ulang tahunku. Tapi berhubung masih ngantuk (aku baru bisa tidur jam 3 pagi, you know, Insomnia) dan ini hari minggu, jadi kupikir aku bisa menambah waktu tidurku, tidak ada yang salah dengan itu, kupikir. Tapi mamak tidak berpikir demikian, ia berusaha keras membangunkanku.
Ia menyeretku, menarik kakiku, mengacak-acak rambutku yang selalu acak-acakan dan terakhir, ia menimpaku dengan tubuh tambunnya! “ngek!” dan “kretek!” adalah dua bunyi yang dihasilkan dari gencetan itu. Sejenak aku berpikir kalau aku bakal mati tepat di hari ulang tahunku. Yak, mati tepat di usia 21, sungguh tragis.
Aku membayangkan besok namaku akan terpampang di Koran, halaman depan dengan tag line,
“tragis! Seorang gadis cantik, imut, lucu dan bahenol tewas tepat di hari ulang tahunnya setelah tertimpa tubuh sang ibu yang sangat berat!”. Oh No!!! itu benar-benar gak keren! Yakin!
Tapi tidak, aku masih bisa bernapas! Hore! Setelah perjuangan berat dan menggelepar-gelepar seperti ikan di daratan, aku bebas. Tentunya setelah aku mengucapkan kata kuncinya dengan keras, berteriak tepatnya. “oke, aku bangun!”
Masih jam 6 pagi, dan ini hari Minggu oke! Aku baru tidur 3 jam dan yang pertama harus aku lakukan adalah memasak nasi goreng untuk sarapan orang satu rumah. Yak, itu menyebalkan. So, aku berpikir, “kali ini mereka akan mati di tanganku, khekhekhekhekhe”(dengan gaya nenek sihir sambil memegang ulekan sambal dan seplastik cabe rawit, ¼ kg cabe rawit merah tepatnya, haha, genius!)
Hasilnya, pagi itu semua orang di rumah berteriak kepedasan dan air satu gallon terlihat berkurang drastis. Yap, rasakan haha. Sekedar pemberitahuan, cabe2 itu tidak berpengaruh untukku, itu bukan apa-apa karena aku cinta cabe, hehe.
Di hpku sudah penuh sms dr sahabat n temen2 yang ngucapin HBD dengan tagihan PU alias Pajak Ultahnya. Humhumhum. Thanks buat kalian semua! Tapi maaf, hari ini ane lagi ada kerjaan, so, yuk dada byebye. Haha, makan2 ntar menyusul aja ye, coklat 100 perak buat masing2 kalian, haha. No, I’m serius mbak bro!
Tapi 3 maret itu benar2 hari yang bersejarah buat aku. ada banyak peristiwa yang terjadi di tanggal itu.
3 maret 1992 aku dilahirkan oleh seorang ibu yang luar biasa dengan doa bapakku yang luar biasa pula.
3 maret 1993 aku tak tahu apakah dirayakan atau tidak, tapi aku punya foto keluarga yang paling aku suka sampai saat ini, fotoku di usiaku yang pertama di atas pangkuan ibuku dengan bapak dan kakakku berdiri di belakang. Sebuah keluarga yang harmonis.
3 maret 1994, ulang tahun ke duaku dengan kelahiran adikku sebagai kado ulang tahun. Dia lucu dan aneh, tapi dia adik kesayanganku, selalu, sampai kapanpun. Hehe
3 maret berikutnya aku lupa tapi pasti penuh canda.
3 maret yang kulalui setelah masuk sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA selalu penuh dengan telor, tepung dan air, sampah juga. Aku adalah adonan kue ulang tahunku. Yap, begitulah. Bahkan tahun lalu aku menghabishan 3 Maret dalam balutan cat. Ugh, itu yang paling menyebalkan, cat dimana-mana dan lengket dimana-mana.
Dan tahun ini? Entahlah, sepertinya tak akan terlalu ramai tapi tetap menyenangkan. Tapi aku tetap menyukai hari ini dan selalu dengan semua yang mengingatku.

Semoga setelah hari ini berlalu, aku akan semakin dewasa, pintar, cantik, langsing (haha, serius!), berprestasi dan sukses. Semoga aku semakin berbakti pada orang tua, beriman pada Allah dan saying serta disayang oleh banyak orang. Dan semoga aku cepat lulus dan bekerja di tempat yang kuinginkan hingga aku bisa menjadi Menteri Pariwisata dan penulis yang hebat. AMIN!
 
SO, WELCOME 21 ME!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar