aKU

aKU

Selasa, 19 Februari 2013

???CITA-CITA DAN MASA DEPAN???











Telah banyak waktu kulalui dengan banyak pertanyaan. Banyak malam terlewati tanpa jawaban. Bahkan pagi yang menjelang selalu membuatku penasaran.

Dari sekian banyak pertanyaan yang menyesaki otakku, ada satu yang membuatku lelah sekaligus malu. Satu pertanyaan tentang masa depan yang hingga kini belum kutemukan jawabannya, atau mungkin lebih tepatnya karena aku belum dapat memastikan.

Perihal masa depan yang dalam banyak kesempatan selalu diartikan sebagai sebuah misteri, aku selalu penasaran. Rasa itu tumbuh dari percampuran rasa gelisah dan harapan yang saling berebut mendahului. Namun semua masih menjadi sebuah tanda Tanya…..?....... yang besar dan sulit.

Satu waktu dikala usiaku belum cukup lima setengah tahun aku diberi pertanyaan oleh guru taman kanak-kanak yang entah kenapa tak pernah kuingat namanya.
“galuh kalau besar mau jadi apa?” tanyanya saat itu.
“dokter!!!” jawabku dengan semangat.

“dokter” adalah profesi paling keren dan popular dikalangan anak seumur kami saat itu. Bahkan menurutku profesi itu masih menjadi andalan klise anak-anak jaman sekarang. Tapi silahkan tebak berapa lama cita-cita itu dapat bertahan, karena hanya aka nada segelintir saja yang dapat mewujudkan cita-cita pertama mereka.


Yah, seperti kata banyak orang yang patah hati, cinta pertama tak akan pernah bertahan menjadi cinta terakhir. Walau hanya sebuah ungkapan kekecewaan akan nasib yang memisahkan siapapun orang yang mengatakan itu dengan cinta pertamanya, namun pada kenyataannya itu juga dapat merefleksikan cita-cita pertama.

Nasib yang tak berbeda jauh antara cinta dan cinta tanpa huruf n itu nyatanya membuatku mengingat kembali semua harapanku dari masa ke masa.

Seperti yang kukatakan bahwa aku pernah ingin menjadi seorang dokter dengan seragam putih yang keren dan rapi. Mimpi itu bertahan hanya sekitar 3 bulan karena aku hanya mengecap masa-masa TK selama 2 minggu lalu masuk SD karena aku ingin cepat-cepat menjadi dokter.

Mimpiku sebagai dokter hancur berkeping-keping saat aku memasuki kelas 1 SD karena suntikan maut dokter-dokter yang kupanggil “dokter  gila” karena membuatku takut pada suntikan hingga sekarang. Aku merasa menjadi dokter sungguh cita-cita yang kejam karena harus menyuntik anak-anak imut seperti aku…..ehem. akhirnya aku kubur cita-cita itu atas pertimbangan kemanusiaan dan kepolosan anak-anak. Yap alas an yang tepat menurutku.

Tapi yang jelas sejak saat itu aku menjadi buronan guru-guru dan para dokter yang rutin datang untuk memberikan suntikan penolak cacar dan banyak lainnya kepada  kami, anak-anak polos yang tak berdosa. Aku selalu kabur dan bersembunyi saat ada jadwal kunjungan dokter. Aku pernah bersembunyi di toilet sekolah yang baunya minta ampun selama berjam-jam hingga kuputuskan untuk keluar sebelum mati lemas dan malah tertangkap .

Aku bahkan pernah meronta-ronta sambil menangis kencang lalu berlari pulang dan bersembunyi di atas pohon jambu samping rumah saat tertangkap guru. Aku tidak tahu mengapa aku memilih bersembunyi di atas pohon jambu bukan di kolong meja atau tempat tidur, tapi jika dipikir-pikir mungkin dulu aku sudah cukup pintar untuk mengetahui bahwa aku tak akan mati kelaparan jika saja mereka berjaga menungguku, haha.

Oke, cukup dengan kisahku dengan jarum suntik. Berikutnya aku menemukan cita-cita baru saat aku duduk di kelas 3 SD. Cita-cita itu hanya bertahan selama 3 tahun karena pada akhirnya kau menyadari  bahwa saat itu aku mungkin bisa menjadi seorang penari handal namun aku akan menjadi orang yang bodoh dengan nilaiku yang melambai-lambai mengejek dan membuat rangkingku yang selalu tiga besar menjadi ke urutan tiga terbawah. Ya, cita-citaku saat itu adalah menjadi seorang penari.

Ngomong-ngomong soal menari, saat itu aku mengambil tarian tradisional dan menguasai 33 tarian . namun dari banyaknya tarian, aku paling suka menarikan tarian cowok perkasa. Tidak tahu kenapa tapi setidaknya aku tidak perlu menaikkan jarikku ke atas untuk berjalan. Tarian yang kusuka antara lain Klono Topeng, Topeng edan, Cakil, Dasamuka, Gatot kaca, jaranan dll. Semuanya memiliki kesamaan, yaitu semuanya memakai kumis dan aku suka kumis saat aku memakainya (tunggu! Bukan berarti aku suka cowok berkumis lho… aku Cuma suka ketika aku memakai kumis, itu saja.).

  

Memasuki kelas 6 SD aku mulai serius untuk menjadi seorang Insinyur Pertanian! Seperti tanteku. Tapi itu hanya bertahan 2 tahun. Aku akhirnya menyerah karena selama dua tahun aku berusaha untuk menanam pohon tapi tak pernah sukses, semuanya mati mengenaskan…hiks. Eh tapi dulu pernah ada yang hidup sih, kecambah praktikum. Setidaknya hidup melampaui satu minggu dan setelah itu mereka berenang dalam kubangan air pel saat aku TIDAK SENGAJA menyiramkannya pada mereka, waktu itu ada kerjabakti kelas dan tolong anggap saja itu sebagai sebuah upaya bersih-bersih kelas. Tolong maklum.

Cita-citaku berikutnya adalah untuk menjadi seorang pengacara. Sampai sekarang aku masih bermimpi dan itu adalah cita-cita terlamaku. Entah mengapa aku merasa ingin sekali menjadi pengacara. Tapi kini aku menjadi calon administrator karena jurusan yang aku ambil. Tapi tak mengapa, setidaknya itu mendekati. Administrasi Publik adalah jurusan yang kuambil saat ini.

Pada dasarnya baik jurusan Hukum maupun Administrasi Publik adalah batu loncatanku untuk bisa memperbaiki negeri ini dengan mempelajari negeri ini secara lebih dekat dan jelas. Aku bahkan melepaskan kesempatan beasiswa untuk kuliah di jurusan Kimia Murni karena di masa depan nanti aku sangat ingin menjadi seorang MENTERI PARIWISATA! Hehe…..

Aku masih ingin mewujudkan mimpiku sebagai menteri pariwisata, entah mengapa. Tapi sebelum itu aku harus berjuang lebih keras lagi. Karena aku masih punya banyak mimpi lain yang ingin kuwujudkan.


“AKU INGIN MENJADI MENTERI PARIWISATA YANG MEMILIKI USAHA SENDIRI DENGAN KARYAWAN YANG SEJAHTERA DAN MENERBITKAN NOVEL KARYAKU YANG MENJADI INSPIRASI BANYAK ORANG DI BUMI INI, LEBIH JAUH LAGI AKU INGIN MEMBAHAGIAKAN ORANG TUA DAN MEREKA YANG SELALU MENDUKUNGKU.”

Jika target di atas sudah terwujut, maka aku siap berkeliling dunia dan menjamah berbagai tempat yang mengejutkan. Yah, akan kunikmati hasil kerja kerasku kelak. Tentunya aku tak akan sendirian!

So, persetan dengan kegagalan di masa lalu karena kini aku hidup untuk saat ini dan masa depan karena keduanya pantas untuk diperjuangkan.
BAGAIMANA DENGAN KALIAN?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar