aKU

aKU

Rabu, 26 Desember 2012

Mencari Solusi Untuk Kelestarian Sumber Air Bersih Kita


Apa yang akan terjadi jika tidak ada setetes air pun di bumi ini?
Pernahkah kita bertanya dan membayangkannya? Lalu, bagaimana jadinya?
Saya hanya membayangkan sebuah planet tanpa kehidupan.

Dari gambaran di atas, dapatkah kita tarik kesimpulan tentang betapa pentingnya air bagi kehidupan. Bahkan dari berbagai macam zat yang ada di dunia ini, air menempati urutan ke dua setelah udara yang menjadi sumber hidup makhluk hidup di bumi ini.
Sekedar informasi bahwa air yang ada di Bumi ini ternyata mencakup hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) air tersedia di Bumi. Bahkan tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air! Wow! Dapat dibayangkan betapa pentingnya peran air hingga jumlahnya begitu mendominasi.
Lebih jauh akan saya terangkan fungsi atau peranan air dalam kehidupan sehari-hari,
Pertama, manusia dan makhluk hidup lainnya memiliki ketergantungan yang teramat besar dalam system metabolism tubuhnya. Bahkan dalam sehari kita disarankan untuk minum sekurang-kurangnya satu liter air atau delapan gelas air per hari untuk mengurangi resiko dehidrasi. Bahkan pada dasarnya manusia dapat lebih lama menahan lapar daripada haus. Apabila tubuh kehilangan cairan tubuh secara berlebih maka tubuh perlahan-lahan akan melemah dan kemudian dapat berujung pada kematian.
Kedua, untuk proses fotosintesa pada tumbuhan. Tumbuhan membutuhkan air (H2O), cahaya matahari, klorofil, dan pupuk untuk dapat melakukan fotosintesis dan menghasilkan makanannya sendiri.
Ketiga, dengan tuntutan kebutuhan manusia lainnya, air biasa digunakan untuk memasak, mandi, mencuci dll. Bayangkan metapa baunya manusia tanpa air!
Keempat, air menjadi suatu ekosistem dan tempat hidup makhluk hidup tertentu seperti ikan, dan makhluk air lainnya.
Kelima, awal peradaban dunia dimulai dan berkembang mayoritas dari sungai. Misalnya, peradaban Mesopotamia yang disebut sebagai awal peradaban berada di antara sungai Tigris dan Euphrates. Bahkan peradaban Mesir Kuno bergantung pada Sungai Nil

Mengingat kebutuhan manusia akan air yang melimpah seharusnya tidak menjadi masalah karena jumlah air yang tersedia di Bumi ini pun sangat melimpah ruah. Air dapat ditemukan di hamper semua tempat di Bumi ini seperti laut, sungai, danau, mata air di pegunungan, air hujan, air tanah dan sungai bawah tanah, lapisan es, salju bahkan dari embun dan tumbuhan. Lalu yang menjadi pertanyaan besar saat ini adalah mengapa masih sering terjadi kelangkaan air bersih terutama air minum sedangkan air kita begitu melimpah?
Ada beberapa factor yang menyebabkan air bersih seringkali sulit didapat antara lain :
  1. Pada dasarnya tidak semua air yang tersedia di Bumi ini dapat diminum. Misalnya saja air laut yang kadar garamnya tinggi sehingga tidak baik untuk diminum.
  2. Di beberapa daerah yang memiliki tipikal daerah kering dan batuan kapur sering kali sulit memperoleh air, misalnya di kawasan gurun pasir, kawasan batu kapur seperti gunung kidul dll.
  3. Bencana alam seperti banjir, gunung meletus, tanah longsor, gempa dll seringkali mempengaruhi kualitas air.
  4. Adanya limbah industry yang mencemari air sungai, laut, bahkan air tanah sehingga menjadi berbahaya bagi kesehatan.
  5. Banyak yang membuang sampah sembarangan di sungai sehingga sungai menjadi keruh dan menciptakan lingkungan air yang tidak sehat.
  6. Penggundulan hutan yang menyebabkan cadangan air tanah berkurang.
Dari penjelasan di atas dapat kita pahami mengapa masih sering terjadi kelangkaan air bersih khususnya di Indonesia. Bahkan di sebagian daerah, air menjadi komoditi ekonomi yang memiliki harga selangit. Bahkan di beberapa daerah untuk mendapatkan air bersih masyarakat harus berjalan hingga berkilo-kilo meter untuk memperoleh satu atau dua jerigen air, seperti yang terjadi di papua dan gunung kidul serta daerah lainnya.
Berbeda dengan daerah perkotaan yang lebih di dominasi karena masalah kurangnya kesadaran masyarakat akan kelestarian sumber air bersih. Mereka cenderung menyepelekan masalah kebersihan dan dampak dari apa yang mereka lakukan. Bahkan saat ini sangat sulit menemukan sungai jernih khususnya di kawasan perkotaan. Sebagian besar sungai sudah tercemar oleh sampah dan limbah rumah tangga serta limbah pabrik.
Kondisi di atas diperkuat dengankekhawatiran global terhadap kelangkaan air juga karena adanya prediksi dari Gardner-Outlaw and Engelman (1997) yang disitir PBB (2003), bahwa pada tahun 2050 diperkirakan 1 dari 4 orang akan terkena dampak dari kekurangan air bersih dan kondisi tersebut sangat mengkhawairkan.
Jadi, sesungguhnya yang perlu kita lakukan untuk menyelesaikan masalah air bersih adalah dengan melestarikan sumber air bersih itu sendiri, tinggal bagaimana caranya.
Kita dapat melakukan beberapa langkah untuk melestarikan sumber air bersih antara lain dengan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga sumber air karena inilah yang paling penting. Setelah itu kita harus dapat memanfaatkan air secara bijaksana, termasuk tidak membuang-buang air dengan percuma.
Menjaga kebersihan lingkungan air dari sampah dan limbah merupakan tugas besar kita karena sudah banyak contoh nyata dampak sampah dan limbah terhadap kelestarian dan kualitas air bersih.
Namun terlepas dari masalah di atas, yang menjadi masalah besar masyarakat saat ini adalah tentang bagimana memperoleh air bersih di tengah banyaknya sumber air yang telah tercemar.
Menjawab permasalahan yang ada, kini muncul berbagai produk air mineral kemasan yang dijual di pasaran. Namun apabila kita mengkonsumsi air mineral yang di jual secara rutin dan dalam jumlah banyak ternyata sangat tidak ekonomis. Oleh karenanya terpikir pertanyaan tentang bagaimana kita dapat mengkonsumsi air di sekitar kita baik dari keran atau sumber mata air lain dan yakin bahwa air tersebut bersih dan sehat serta lebih ekonomis?
Pureit, Solusi Air Bersih Terpercaya
Pure it merupakan sebuah produk water purifier dari PT Unilever yang memiliki keunggulan pada teknologinya yang revolusioner dan dapat menjernihkan air serta membunuh kuman dan menghilangkan bau tidak sedap pada air.
Pure it nyatanya sukses menghasilkan air bersih yang layak, sehat dan aman untuk dikonsumsi. Fakta ini tidak terlepas dari teknologi yang digunakan produk ini.
Pure it bekerja dengan teknologi canggih 4 tahap pemurnian air atau biasa disebut Teknologi Germkill untuk menghasilkan air yang benar-benar aman terlindungi sepenuhnya dari bakteri dan virus. Salah satu keunggulan pure it  yang lain adalah tidak menggunakan listrik, gas atau bahan bakar semacamnya.



Keunggulan pure it yang lain terletak pada proses penggunaannya yang praktis. Kita hanya perlu memasukkan air ke dalam pureit melalui alat bagian atasnya dan air pun siap untuk diminum. Air yang dihasilkan dari proses pureit akan terlindungi dari kuman berbahaya penyebab penyakit dengan menggunakan standar terketat EPA (Environmental Protection Agency) USA,EPA adalah badan yang dibentuk Presiden AS Richard Nixon untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Jadi, tidak ada salahnya jika kita memanfaatkan teknologi yang ada untuk memperoleh hasil yang maksimal, efektif dan efisien air dengan media pureit.


“Perubahan yang baik itu harus dimulai dengan niat dan kesadaran yang tinggi dan dieksekusi dengan praktek serta disempurnakan dengan menjadikannya sebagai kebiasaan”

Pustaka

http://www.analisadaily.com/news/read/2012/09/09/73275/beberapa_upaya_mengatasi_kelangkaan_air_di_perkotaan/#.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar