aKU

aKU

Rabu, 02 Januari 2013

Pencapaian 2012

Pengumuman Pemenang Lomba Menulis Tingkat Nasional tentang Kriteria Presiden Indonesia Masa Depan dan Kriteria Anggota DPR Masa Depan

KOPI, Jakarta – Ada awal, maka harus ada pula akhir. Kegiatan Lomba Menulis Tingkat Nasional tentang Kriteria Presiden Indonesia Masa Depan dan Kriteria Anggota DPR Masa Depan, yang dimulai pada tanggal 1 Januari hingga 30 Juni 2012 telah berlangsung dengan baik dan lancar. Pengumuman hasil lomba ini dimaksudkan sebagai penuntasan akhir dari rangkaian panjang kegiatan lomba menulis tersebut.
Luar biasa, benar. Antusiasme rakyat Indonesia mengikuti Lomba Menulis Tingkat Nasional tentang Kriteria Presiden Indonesia Masa Depan dan Kriteria Anggota DPR Masa Depan ini sungguh di luar perkiraan. Terdapat ribuan naskah lomba yang masuk, yang harus diseleksi dan dinilai, sehingga mengakibatkan para dewan juri bekerja keras dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menilai karya-karya terbaik dari masyarakat tersebut.
Jumlah yang amat luar biasa itu teramat sangat membanggakan bagi Panitia, terutama karena fenomena ini menunjukan bahwa ada antusiasme, kecintaan, dan nasionalisme rakyat Indonesia dari berbagai lapisan terhadap bangsa dan negaranya. Kecintaan tersebut diungkapkan melalui kepedulian mereka terhadap kondisi kepemimpinan bangsa saat ini dan harapan kepemimpinan nasional di masa mendatang. Jadilah ribuan artikel telah menjadi jembatan emas bagi rakyat dalam menyampaikan rasa dan asa mereka, juga mengungkapkan ide-ide cerdasnya dalam mewujudkan munculnya figur pemimpin nasional (presiden dan anggota DPR) yang ideal. Dewan Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) dan panitia lomba dengan senang hati menyampaikan banyak terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para peserta. Sejatinya, Anda semua adalah pemenang dari lomba ini, karya dan pemikiran Anda akan menjadi masukan berarti bagi proses kemajuan bangsa Indonesia tercinta. PPWI secara tulus menyediakan Piagam Penghargaan bagi semua pengirim artikel.
Selanjutnya, berkaitan dengan penetapan pemenang lomba ini, perlu disampaikan beberapa hal penting sebagai berikut:
1. Dari sejumlah 1060 artikel yang masuk, dewan juri telah menilai sebanyak 1024 artikel yang memenuhi syarat, yang diberi nomor di setiap artikelnya. Artikel lainnya dianggap tidak memenuhi syarat karena berbagai hal, terutama disebabkan oleh keterlambatan pengiriman ke panitia.
2. Dari pembagian kelompok peserta yang awalnya 5 (lima) kategori akhirnya diputuskan hanya menjadi 4 (empat) kategori saja, yakni: Siswa (S), Mahasiswa (M), Guru/Dosen (G), dan Umum (U). Kategori satu lainnya yakni Penulis/Wartawan (P) ditiadakan karena jumlah peserta dari kategori ini sangat sedikit dan mereka digabungkan ke dalam kategori Umum.
3. Keputusan pemenang lomba ini bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat, namun apabila di kemudian hari, karya para pemenang tersebut merupakan hasil plagiat (sebagian atau seluruhnya), maka dewan juri berhak menggugurkan kemenangannya dan sang pemenang berkewajiban mengembalikan segala hadiah dan piagam penghargaan yang telah diberikan.
4. Hadiah berupa Trophy Bawaslu, tabungan pembinaan, buku-buku, sertifikat kejuaraan, dan kenang-kenangan dari sponsor akan dikirimkan langsung kepada para pemenang setelah melalui verifikasi identitas yang bersangkutan. Mengenai teknis pelaksanaannya, setiap pemenang segera akan dihubungi oleh panitia lomba melalui email dan/atau jejaring sosial, SMS, maupun per telepon.
5. Seluruh peserta, termasuk yang artikelnya tidak diikutkan dalam lomba ini, akan mendapatkan piagam penghargaan keikutsertaan lomba. Pengiriman piagam akan dilakukan segera melalui email masing-masing peserta yang ada di data base panitia lomba. Bagi peserta yang telah mengganti alamat emailnya, mohon informasikan ke panitia melalui email: panitia.ppwi.presiden@gmail.com atau panitia.ppwi.dpr@gmail.com atau melalui facebook ( ppwi.nasional@gmail.com), dengan menuliskan nama lengkap, alamat email yang baru, dan judul serta nomor artikel sesuai yang ditayangkan di situs KOPI.
Dan, akhirnya para dewan juri yang terdiri atas Wilson Lalengke (Ketua Umum PPWI), Supadiyanto (Dosen AKRB, UIN Sunan Kalijaga dan Kolumnis berbagai surat kabar), Mung Pujanarko (Dosen komunikasi dan jurnalistik Universitas Djuanda dan Universitas Jayabaya), Muhammad Subhan (Novelis dan jurnalis), dan Imam Suwandi (Penulis buku dan produser berita Metro-TV), pada hari ini, Rabu, 15 Agustus 2012 pukul 12.00 WIB memutuskan dan sekaligus menetapkan para pemenang Lomba Menulis Tingkat Nasional tentang Kriteria Presiden Indonesia Masa Depan dan Kriteria Anggota DPR Masa Depan sebagaimana nama-namanya tercantum di bawah ini.
A. Pemenang Lomba Menulis Tingkat Nasional tentang Kriteria Presiden Indonesia Masa Depan, sebagai berikut:
Kategori Siswa/Pelajar (S):
JUARA I: Reyhan Alqadrie, dengan artikel berjudul: "Kearifan Lokal untuk Sosok Presiden Ideal (487/S)", yang meraih total nilai 93.
JUARA II: Joshua Simanungkalit, dengan artikel berjudul: "Secangkir Kopi untuk Presiden (338/S)", yang meraih total nilai 90,8.
JUARA III: Dinda Nadia Suhaila, dengan artikel berjudul: "Kriteria Menjadi Orang Nomor Satu (443/S)", yang meraih total nilai 87,5.
JUARA HARAPAN I: Dahlia, dengan artikel berjudul: "Sosok yang Didambakan Bangsa (272/S)", yang meraih total nilai 86,6.
JUARA HARAPAN II: Abdurrahim Budiman Wicaksono, dengan artikel berjudul: "Calon Presiden RI Masa Depan Seperti Superhero (502/S)", yang meraih total nilai 83,7.
Kategori Mahasiswa (M):
JUARA I: Yusman Alharis, dengan artikel berjudul: "Who Is The Next Soekarno? (121/M)", yang meraih total nilai 94.
JUARA II: Arie Hendrawan, dengan artikel berjudul: "Indonesia Butuh Pemimpin yang Progresif (553/M)", yang meraih total nilai 93,5.
JUARA III: Yulia Fitriani, dengan artikel berjudul: “Pemimpin yang Ideal (543/M)", yang meraih total nilai 90,8.
JUARA HARAPAN I: Pradita Arisgi W, dengan artikel berjudul: "Ilham dari Flores untuk Nusantara (282/M)", yang meraih total nilai 88,4.
JUARA HARAPAN II: Natalia Christiani Maloringan, dengan artikel berjudul: "12 Hal Wajib yang Dimiliki Calon Presiden 2014 (588/M)", yang meraih total nilai 86,2.
Kategori Guru/Dosen (G):
JUARA I: Mohammad Ali Andrias, dengan judul artikel: "Mencari Sosok Ideal Presiden Masa Depan Indonesia (52/G)", yang meraih total nilai 95.
JUARA II: Robinson Elohansen, S.Pd, dengan judul artikel: "Ini Dia, 12 Kriteria yang Harus Dimiliki Calon Presiden Republik Indonesia (62/G)" yang meraih total nilai 89,8.
JUARA III: Nasin Elkabumaini, dengan judul artikel: "Kudambakan Presidenku Laksana Nabiku (115/G)", yang meraih total nilai 89,4.
JUARA HARAPAN I: Neto Kosboyo, S.Pd, dengan judul artikel: "Kriteria Presiden Impianku (197/G)", yang mariah total nilai 88,7.
JUARA HARAPAN II: Ruby Supriadi, dengan judul artikel: "Pemenang bagi Rakyat Indonesia (94/G)", yang mariah total nilai 88,6.
Kategori Umum/Penulis/Wartawan (U):
JUARA I: Voni Susanto, dengan artikel berjudul: "Karakter Pilihan untuk Sang Presiden Idaman (248/U)", yang meraih total nilai 94,1.
JUARA II: Sugiarti, dengan artikel berjudul: "‘Hero’ Impian Indonesia (87/U)", yang meraih total nilai 91.
JUARA III: Ahmad Mukrim, dengan artikel berjudul: "Teladan Presiden Muda 2014 (183/U)", yang meraih total nilai 90,5.
JUARA HARAPAN I: Salmia, dengan artikel berjudul: "Kiat Memilih Presiden 2014-2019 (274/U)", yang meraih total nilai 86.
JUARA HARAPAN II: Hairun Noor, dengan artikel berjudul: "Figur Presiden Masa Depan (26/P)", yang meraih total nilai 84,5.

B. Lomba Menulis Tingkat Nasional tentang Kriteria Anggota DPR Masa Depan, sebagai berikut:
Kategori Siswa/Pelajar (S):
JUARA I: Neva Arsita, dengan artikel berjudul: "Menanti Sosok Seorang Bung Hatta di Kursi DPR-RI (177/S)", yang meraih total nilai 91,9.
JUARA II: Septia Milanda, dengan artikel berjudul: "Karakter Pemimpin Masa Depan (212/S)", yang meraih total nilai 89,5.
JUARA III: Melati Mewangi, dengan artikel berjudul: "Ragam Sudut Pandang Satu Keputusan (174/S)", yang meraih total nilai 87,9.
JUARA HARAPAN I: A. Muh. Fais Wahid, dengan artikel berjudul: "Mensejahterakan Rakyat dengan Anggota DPR Pilihan dan Berkualitas (2/S)", yang meraih total nilai 86,1.
JUARA HARAPAN II: Safinatun Najah, dengan artikel berjudul: "Mampukah Aku Menjadi Teladan? (220/S)", yang meraih total nilai 84,3.
Kategori Mahasiswa (M):
JUARA I: Marina Galuh Kirana, dengan artikel berjudul: "DPR Sehat, Indonesia Selamat (314/M)", yang meraih total nilai 95.
JUARA II: Maulvi Charisma Agung, dengan artikel berjudul: "Anggota DPR Harapan Bangsa (1/M)", yang meraih total nilai 92,4.
JUARA III: Yoni Elviandri, dengan artikel berjudul: "Menjadi Dewan yang Mewakili Rakyat (241/M)", yang meraih total nilai 87.
JUARA HARAPAN I: Dimas Adiputra, dengan artikel berjudul: "Calon Anggota DPR yang Layak Dipilih (169/M)", yang meraih total nilai 86,1.
JUARA HARAPAN II: Erni Pornawati, dengan artikel berjudul: "Dewan yang Bermartabat (285/M)", yang meraih total nilai 80,7.
Kategori Guru/Dosen (G):
JUARA I: Ajib Hasbi Ashshiddiq, judul artikel: "12 Profil Anggota DPR Masa Depan (72 G)", yang meraih total nilai 90.
JUARA II: Riyani Tahir, dengan judul artikel: "Lembaran Baru Album DPR (19/G)", yang meraih total nilai 87,9.
JUARA III: Duloh Suherman, dengan judul artikel: "Mengkongkritkan Keseriusan Rakyat dalam Pemilu (45/G)", yang meraih total nilai 85,4.
JUARA HARAPAN I: Fery Irianto Setyo Wibowo, S.Pd, dengan judul artikel: "Aku Merindukan Anggota Dewan yang Merakyat (173/G)", yang meraih total nilai 84,5.
JUARA HARAPAN II: Berliana Siregar, dengan judul artikel: "Kepribadian dan Sikap yang Dicari dari Anggota DPR Masa Depan (143/G)", yang meraih total nilai 84.
Kategori Umum/Penulis/Wartawan (U):
JUARA I: Jafaruddin, dengan artikel berjudul: "Mengembalikan Tupoksi DPR (292/P)", yang meraih total nilai 88,7.
JUARA II: Adrianus, dengan artikel berjudul: "SOSOK DPR IDEAL: Dicari atau Dibentuk? (183/U)", yang meraih total nilai 88,4.
JUARA III: Stevie Leonard Harison, dengan artikel berjudul: "Menuju Kedigdayaan Legislatif Indonesia (74/U)", yang meraih total nilai 86,5.
JUARA HARAPAN I: Eni Susilawati, dengan artikel berjudul: "Analogi Sifat Pandawa Lima dalam Seorang Anggota DPR Masa Depan (119/U)", yang meraih total nilai 85,6.
JUARA HARAPAN II: Dyah Triasih, dengan artikel berjudul: "Karakteristik DPR Harapan Rakyat (306/U)", yang meraih total nilai 85.
Kepada seluruh Pemenang kami ucapkan selamat. Segera setelah pemuatan publikasi ini, seluruh pemenang akan dihubungi oleh panitia melalui email, dan per telepon untuk pengaturan dan pengiriman hadiah ke alamat masing-masing. Mohon berhati-hati jika ada pihak yang menghubungi Anda dan meminta sejumlah dana dalam kaitan kegiatan lomba ini.
Demikianlah pengumuman ini disampaikan dan dipublikasikan agar seluruh peserta lomba dan masyarakat umum menjadi maklum adanya. Terima kasih.

Jakarta, 15 Agustus 2012
Hormat kami,
Dewan Juri:
Wilson Lalengke, SPd, M.Sc. MA
Supadiyanto, S.Sos.I. (S.Kom. I.), M.I. Kom (cand.)
Mung Pujanarko, S.Sos.
Muhammad Subhan
Imam Suwandi, S.Sos
Sumber image: google.co.uk

Selasa, 01 Januari 2013

2012 from Lensa




  •  Refres Otak ke Paris alias Parang Tritis

Look! PaRis!
 penat sama urusan kuliah dan lain-lain, aku, Ramon, Mbok n Kacang (nama aslinya Dini, the other Agny) memutuskan untuk pergi ke Paris n kami dalam formasi lengkap, empat sekawan!

Yeah, Empat Sekawan, Complete!




 awalnya kami ingin mengejar sunset tapi gak kesampaian, tapi gak masalah, kami terbukti menikmati waktu...hehe








  • Lawu! untuk yang Ke-2 kalinya,
we are, Still Together,

 Kali ini lewat Cemoro Sewu, Jatim.
tak pernah bosan karena Lawu tetaplah indah dan berkesan. meski kami tidak memperoleh sunrise karena kabut yang tak kunjung hilang lepas badai semalaman, kami tetap mencapai puncak. Pendakian slayer ungu terlaksana meski dengan banyak hambatan mulai dari badai, beberapa anak ambruk karena kelelahan, pertemuan dengan orang-orang baru hingga perselisihan kecil yang mengesankan...haha
with Jawak

Agny, Mapatris and Wakanipa
ada yang berkesan dari pengalaman kali itu, yaitu pertemuan dengan saudara2 dari Mapatris (kak Bangkit n temannya) dan Wakanipa (yang sedang ada pelantikan) serta penutup perjalanan yang membuatku bangkrut. 
Aku dikerjain setan penghuni Gunung Lawu!
Sampai di basecamp bawah aku mentraktir semua orang dengan tanpa sadar! padahal aku nggak punya uang saat itu. aku baru sadar setelah sampai di kampus.heh.....sialll!

di Kampus setelah sadar habis dikerjain setan penghuni lawu

  • Pendakian Merapi
gersang, panas dan berdebu saat itu, Merapi beberapa waktu seltelah Erupsi.
ketemu bule di atas n dapet coklat ternikmat bin langka n mahal...hehe



My Brother, Rudi

cuma Batu dan debu! Panas!!

narsis itu hukumnya WajiB!
in memorian

Tanaman terakhir sebelum benar2 hanya batu, pasir dan debu

lunch time!



Pulang!


 dan masih banyak lagi! besok sambung lagi!






Rabu, 26 Desember 2012

Gibran & Kemewahan



Pakaian menyembunyikan banyak keindahan
Namun tidak mampu menutupi keburukan
Dan walaupun dalam bersanding engkau mencari kebebasan untuk melindungi diri
Engkau mungkin akan mendapatkan belenggu ketopong serta rantai besi
Janganlah engkau lupa,
Bahwa kesantunan insan adalah perisai penolak pandangan
Dan pemandangan yang tidak suci telah tiada lagi
Maka apakah rasa malu, selain dari sebuah noda pencemaran budi?
Dan jangan lupakan,
Bahwa bumi senang merasakan tapak kakimu yang berjalan tanpa alas
Serta anginpun selalu rindu bermain dengan rambutmu
#sang nabi-gibran#



Mencari Solusi Untuk Kelestarian Sumber Air Bersih Kita


Apa yang akan terjadi jika tidak ada setetes air pun di bumi ini?
Pernahkah kita bertanya dan membayangkannya? Lalu, bagaimana jadinya?
Saya hanya membayangkan sebuah planet tanpa kehidupan.

Dari gambaran di atas, dapatkah kita tarik kesimpulan tentang betapa pentingnya air bagi kehidupan. Bahkan dari berbagai macam zat yang ada di dunia ini, air menempati urutan ke dua setelah udara yang menjadi sumber hidup makhluk hidup di bumi ini.
Sekedar informasi bahwa air yang ada di Bumi ini ternyata mencakup hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) air tersedia di Bumi. Bahkan tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air! Wow! Dapat dibayangkan betapa pentingnya peran air hingga jumlahnya begitu mendominasi.
Lebih jauh akan saya terangkan fungsi atau peranan air dalam kehidupan sehari-hari,
Pertama, manusia dan makhluk hidup lainnya memiliki ketergantungan yang teramat besar dalam system metabolism tubuhnya. Bahkan dalam sehari kita disarankan untuk minum sekurang-kurangnya satu liter air atau delapan gelas air per hari untuk mengurangi resiko dehidrasi. Bahkan pada dasarnya manusia dapat lebih lama menahan lapar daripada haus. Apabila tubuh kehilangan cairan tubuh secara berlebih maka tubuh perlahan-lahan akan melemah dan kemudian dapat berujung pada kematian.
Kedua, untuk proses fotosintesa pada tumbuhan. Tumbuhan membutuhkan air (H2O), cahaya matahari, klorofil, dan pupuk untuk dapat melakukan fotosintesis dan menghasilkan makanannya sendiri.
Ketiga, dengan tuntutan kebutuhan manusia lainnya, air biasa digunakan untuk memasak, mandi, mencuci dll. Bayangkan metapa baunya manusia tanpa air!
Keempat, air menjadi suatu ekosistem dan tempat hidup makhluk hidup tertentu seperti ikan, dan makhluk air lainnya.
Kelima, awal peradaban dunia dimulai dan berkembang mayoritas dari sungai. Misalnya, peradaban Mesopotamia yang disebut sebagai awal peradaban berada di antara sungai Tigris dan Euphrates. Bahkan peradaban Mesir Kuno bergantung pada Sungai Nil

Mengingat kebutuhan manusia akan air yang melimpah seharusnya tidak menjadi masalah karena jumlah air yang tersedia di Bumi ini pun sangat melimpah ruah. Air dapat ditemukan di hamper semua tempat di Bumi ini seperti laut, sungai, danau, mata air di pegunungan, air hujan, air tanah dan sungai bawah tanah, lapisan es, salju bahkan dari embun dan tumbuhan. Lalu yang menjadi pertanyaan besar saat ini adalah mengapa masih sering terjadi kelangkaan air bersih terutama air minum sedangkan air kita begitu melimpah?
Ada beberapa factor yang menyebabkan air bersih seringkali sulit didapat antara lain :
  1. Pada dasarnya tidak semua air yang tersedia di Bumi ini dapat diminum. Misalnya saja air laut yang kadar garamnya tinggi sehingga tidak baik untuk diminum.
  2. Di beberapa daerah yang memiliki tipikal daerah kering dan batuan kapur sering kali sulit memperoleh air, misalnya di kawasan gurun pasir, kawasan batu kapur seperti gunung kidul dll.
  3. Bencana alam seperti banjir, gunung meletus, tanah longsor, gempa dll seringkali mempengaruhi kualitas air.
  4. Adanya limbah industry yang mencemari air sungai, laut, bahkan air tanah sehingga menjadi berbahaya bagi kesehatan.
  5. Banyak yang membuang sampah sembarangan di sungai sehingga sungai menjadi keruh dan menciptakan lingkungan air yang tidak sehat.
  6. Penggundulan hutan yang menyebabkan cadangan air tanah berkurang.
Dari penjelasan di atas dapat kita pahami mengapa masih sering terjadi kelangkaan air bersih khususnya di Indonesia. Bahkan di sebagian daerah, air menjadi komoditi ekonomi yang memiliki harga selangit. Bahkan di beberapa daerah untuk mendapatkan air bersih masyarakat harus berjalan hingga berkilo-kilo meter untuk memperoleh satu atau dua jerigen air, seperti yang terjadi di papua dan gunung kidul serta daerah lainnya.
Berbeda dengan daerah perkotaan yang lebih di dominasi karena masalah kurangnya kesadaran masyarakat akan kelestarian sumber air bersih. Mereka cenderung menyepelekan masalah kebersihan dan dampak dari apa yang mereka lakukan. Bahkan saat ini sangat sulit menemukan sungai jernih khususnya di kawasan perkotaan. Sebagian besar sungai sudah tercemar oleh sampah dan limbah rumah tangga serta limbah pabrik.
Kondisi di atas diperkuat dengankekhawatiran global terhadap kelangkaan air juga karena adanya prediksi dari Gardner-Outlaw and Engelman (1997) yang disitir PBB (2003), bahwa pada tahun 2050 diperkirakan 1 dari 4 orang akan terkena dampak dari kekurangan air bersih dan kondisi tersebut sangat mengkhawairkan.
Jadi, sesungguhnya yang perlu kita lakukan untuk menyelesaikan masalah air bersih adalah dengan melestarikan sumber air bersih itu sendiri, tinggal bagaimana caranya.
Kita dapat melakukan beberapa langkah untuk melestarikan sumber air bersih antara lain dengan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga sumber air karena inilah yang paling penting. Setelah itu kita harus dapat memanfaatkan air secara bijaksana, termasuk tidak membuang-buang air dengan percuma.
Menjaga kebersihan lingkungan air dari sampah dan limbah merupakan tugas besar kita karena sudah banyak contoh nyata dampak sampah dan limbah terhadap kelestarian dan kualitas air bersih.
Namun terlepas dari masalah di atas, yang menjadi masalah besar masyarakat saat ini adalah tentang bagimana memperoleh air bersih di tengah banyaknya sumber air yang telah tercemar.
Menjawab permasalahan yang ada, kini muncul berbagai produk air mineral kemasan yang dijual di pasaran. Namun apabila kita mengkonsumsi air mineral yang di jual secara rutin dan dalam jumlah banyak ternyata sangat tidak ekonomis. Oleh karenanya terpikir pertanyaan tentang bagaimana kita dapat mengkonsumsi air di sekitar kita baik dari keran atau sumber mata air lain dan yakin bahwa air tersebut bersih dan sehat serta lebih ekonomis?
Pureit, Solusi Air Bersih Terpercaya
Pure it merupakan sebuah produk water purifier dari PT Unilever yang memiliki keunggulan pada teknologinya yang revolusioner dan dapat menjernihkan air serta membunuh kuman dan menghilangkan bau tidak sedap pada air.
Pure it nyatanya sukses menghasilkan air bersih yang layak, sehat dan aman untuk dikonsumsi. Fakta ini tidak terlepas dari teknologi yang digunakan produk ini.
Pure it bekerja dengan teknologi canggih 4 tahap pemurnian air atau biasa disebut Teknologi Germkill untuk menghasilkan air yang benar-benar aman terlindungi sepenuhnya dari bakteri dan virus. Salah satu keunggulan pure it  yang lain adalah tidak menggunakan listrik, gas atau bahan bakar semacamnya.



Keunggulan pure it yang lain terletak pada proses penggunaannya yang praktis. Kita hanya perlu memasukkan air ke dalam pureit melalui alat bagian atasnya dan air pun siap untuk diminum. Air yang dihasilkan dari proses pureit akan terlindungi dari kuman berbahaya penyebab penyakit dengan menggunakan standar terketat EPA (Environmental Protection Agency) USA,EPA adalah badan yang dibentuk Presiden AS Richard Nixon untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Jadi, tidak ada salahnya jika kita memanfaatkan teknologi yang ada untuk memperoleh hasil yang maksimal, efektif dan efisien air dengan media pureit.


“Perubahan yang baik itu harus dimulai dengan niat dan kesadaran yang tinggi dan dieksekusi dengan praktek serta disempurnakan dengan menjadikannya sebagai kebiasaan”

Pustaka

http://www.analisadaily.com/news/read/2012/09/09/73275/beberapa_upaya_mengatasi_kelangkaan_air_di_perkotaan/#.