aKU

aKU
Tampilkan postingan dengan label PencErahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PencErahan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Maret 2013

happiness






"happiness would not be felt if we say that there is no happiness in ourselves"
 


                                                                                                           ... Marina Galuh Kirana ...


 

Minggu, 10 Februari 2013

happy to be yourself






“menjadi diri sendiri, kita tidak perlu terjebak dalam kepura-puraan, coz kebahagiaan yang sesungguhnya itu jauh dari kepura-puraan”

 by : Apem
happy to be yourself
 

Rabu, 26 Desember 2012

Gibran & Kemewahan



Pakaian menyembunyikan banyak keindahan
Namun tidak mampu menutupi keburukan
Dan walaupun dalam bersanding engkau mencari kebebasan untuk melindungi diri
Engkau mungkin akan mendapatkan belenggu ketopong serta rantai besi
Janganlah engkau lupa,
Bahwa kesantunan insan adalah perisai penolak pandangan
Dan pemandangan yang tidak suci telah tiada lagi
Maka apakah rasa malu, selain dari sebuah noda pencemaran budi?
Dan jangan lupakan,
Bahwa bumi senang merasakan tapak kakimu yang berjalan tanpa alas
Serta anginpun selalu rindu bermain dengan rambutmu
#sang nabi-gibran#



Rabu, 21 November 2012

WE ARE DIFFERENT

Each person is unique and irreplaceable

Everyone’s got his own features and skill

In everyone’s chest beats a different heart

We’re all alike but still deeply different

If you think it over, it’s anything but unfair

It’s the reason for which it’s worth

To exist and be friends

Because of this, everyone of us has something special

 

#bell dandy-acts !megamisama#

Selasa, 20 November 2012

One of Kahlil Gibran


Anakmu bukan milikmu
Putri sang hidup yang rindu pada diri sendiri
Lewat engkau mereka lahir
Tapi bukan dari engkau
Berikan engkau kasih sayangmu
Tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu
Sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri
Kau boleh berusaha menyerupai mereka
Tapi jangan membuat mereka menyerupaimu
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur
Pun tenggelam di masa lampau
Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur
Sang pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian
Meliukkan dengan suka cita dalam rentangan sang pemanah
Sebab dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana dikasihi-Nya pula busur yang mantab

#Sang Nabi-Gibran#

Berulang kali aku membaca rangkaian kata indah ini, tak pernah bosan. Kahlil Gibran, seorang inspirator bagiku. Karya-karyanya memberikan pengaruh dan warna tersendiri bagi karyaku. Tak bisa dipungkiri bahwa aku jatuh cinta pada keindahan bahasa dan sudut pandangnya yang kritis menanggapi isu kehidupan, termasuk sajak di atas.
Pertama kali kubaca saat masih kelas 1 SMA, aku terpana. Tak hanya karena tata bahasanya, namun juga karena jalan pikirannya. Ia menyuarakan apa yang tidak dapat disuarakan oleh jutaan anak di luar sana yang terpaksa terbelenggu dalam pemikiran orang tuanya.Yah, masih banyak orang tua yang belum menyadari betapa aspirasi, keinginan dan cita-cita anak adalah hal yang penting untuk didengarkan.
Membayangkan berapa lama sang anak harus menanggung beban atas apa yang sesungguhnya tidak ia kehendaki seakan memberiku gambaran akan gumpalan dendam dan protes yang siap meledak kapan saja layaknya bom waktu. Lebih parah lagi ketika jiwa-jiwa rapuh itu menemui batasnya hingga pikiran dan hati tak lagi bisa berkompromi, pemberontakan berbau keputusasaan dan kekecewaan merusak mental dan tubuh mereka. Akhirnya? merekalah yang disalahkan, dicaci dan dikucilkan. Padahal jika para orang tua itu dapat memahami dan tidak memaksakan diri, maka akan ada banyak kejutan dan senyum kebahagiaan di akhir kisah mereka. Tinggal siap atau tidaknya mereka untuk menerima bahwa tak selamanya anak dapat menjadi apa yang mereka inginkan.
Baca dan pahami, semoga akan membawa perubahan yang berarti. Memecah keegoisan dan membuka pandangan. Belajar untuk memperbaiki, tak ada yang salah dengan itu. Bukankah lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali ?!
sayangi mereka dan biarkan mereka bahagia tanpa terpaksa. bukankah mereka dilahirkan agar mereka bahagia? pikirkanlah!



















Jumat, 16 November 2012

Masa Lalu & MaSa DePan





Untuk hari ini aku akan hidup
Maka wahai masa lalu yang telah pergi dan menghilang…
Enyahlah seperti matahari
Aku tidak akan menangisi kepergianmu
dan engkau tidak akan melihatku duduk termenung untuk mengingatmu barang sejenakpun
Kerena engkau telah meninggalkanku, hijrah dariku dan pergi dariku untuk selamanya
tanpa pernah kembali

#Laa Tahzan#



#Laa Tahzan#
 

Wahai masa depan,
Engkau masih berada di alam ghaib
Maka aku tidak akan berinteraksi dengan mimpi-mimpi
Aku tidak akan menjual diriku kepada ilusi dan bayangan
Dan aku tidak akan menyegerakan kelahiran yang tiada
Hari esok masih belum ada
Karena ia belum diciptakan dan masih belum disebut-sebut keberadaannya