aKU

aKU
Tampilkan postingan dengan label SEdikiT ILmiAh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEdikiT ILmiAh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Februari 2013

FILE LAMA

Tema: Penataan Ruang dan Pertahanan
Perombakan Pembangunan sebagai Langkah Awal Pembangunan Berkelanjutan

Oleh : Marina Galuh Kirana, Mahasiswa STIA �AAN� Yogyakarta
Tanggal : Senin, 31 Mei 2010
 

FROM http://www.mediaindonesia.com/webtorial/klh/?ar_id=NzUwOA==

Ibarat sebuah bangunan maka Indonesia saat ini adalah sebuah bangunan tua yang begitu luas dengan kerusakan di berbagai tempat serta pondasi yang tidak kuat. Dengan kondisi semacam itu, cepat atau lambat bangunan tersebut akan roboh, begitu pula Indonesia. Dalam permasalahan ini Indonesia dituntut untuk mengambil tindakan yang tegas, yaitu dengan melakukan perombakan besaran-besaran di segala sektor kehidupan termasuk memperbiki tata ruang dan pertanahan Indonesia saat ini.

Bila birokrasi, administrasi negara dan pemerintahan sebagai pondasi. Lalu hukum, pendidikan, kesehatan dan sektor lain sebagai dinding dan atap. Maka tata ruang dan pertanahan merupakan wajah serta bentuk fisik dari bangunan itu sendiri.

Seperti yang kita tahu, wajah serta bentuk fisik merupakan salah satu daya tarik utama dan yang pertama dilihat dari suatu bangunan negara yang dalam hal ini adalah negara. Dari sisi inilah kepribadian suatu negara dapat dinilai pertama kalinya. Dan jika melihat keadaan tata ruang dan pertanahan Indonesia saat ini, maka penilaian yang keluar tidak akan jauh dari kata kacau, kumuh dan miris.

Sungguh ironis, mengingat begitu banyak orang cerdas lahir di negara ini, begitu banyak arsitek lulus dari universitas terbaik Indonsia, namun tata ruang pertanahan negara ini masih nampak carut marut tak beraturan. Kawasan kumuh dan ketidakmerataan pembangunan menjadi sorotan utama dalam permasalahan ini, diperparah dengan beberapa masalah tentang kepemilikan tanah maka penghambat pembangunan negeri ini semakin bertambah.

Seperti dalam pembangunan rumah, perencanaan dan arsitektur menjadi teramat penting, namun pada kenyataannya pembangunan dan tata ruang serta pertanahan di Indonesia nampak jauh dari standar tata ruang ideal suatu negara.

Dari kasus yang terjadi di Indonesia, kita dapat menyimpulkan beberapa faktor yang melatar belakangi keterpurukan penataan ruang dan pertanahan di Indonesia. Pertama, jika dilihat dari sudut pandang kependudukan, urbanisasi menjadi masalah utama yang harus diatasi. Banyaknya masyarakat desa yang hijrah ke kota untuk mencari mata pencaharian dan kemajuan menyebabkan berbagai masalah kependudukan yang tidak dapat di pandang remeh. Semakin banyak masyarakat desa yang hijrah ke kota menyebabkan lapangan pekerjaan di kota semakin sempit yang disusul dengan banyaknya pengangguran dan merebaknya kemiskinan. Pada akhirnya mereka yang �gagal� namun tidak dapat kembali ke daerah asalnya mendirikan bangunan-bangunan tak berijin sekenanya hingga memunculkan daerah-daerah  kumuh.

Tidak tanggung-tanggung, daerah bawah jembatan, bantaran sungai bahkan pinggiran rel kereta api tidak luput dari pemandangan bangunan-bangunan kumuh yang kian menjamur. Sungguh pemandangan yang menyesakkan. Dari data yang ada, tercatat bahwa kawasan kumuh tercatat di sekitar 500 kota di Indonesia dengan luas yang cenderung meningkat. Kondisi tersebut dapat dilihat dari data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), laju pertumbuhan daerah kumuh di tanah air mencapai rata-rata 2,9% per tahun sejak tahun 1999-2004, luas daerah kumuh meningkat dari 47.000 hektar menjadi 54.000 hektar. Bahkan badan PBB yang menangani program pembangunan, United Nation Development Program (UNDP) memperkirakan peningkatan luas pemukiman kumuh masih sebesar 1,37% per tahun antara 2004-2009. Sungguh menghawatirkan.

Menurut saya, untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah dapat menempuh beberapa langkah tegas yang salah satunya dengan memimimalisir urbanisasi dan mengadakan penggusuran/ penataan yang bertanggung jawab terhadap daerah-daerah kumuh yang tidak berijin tersebut. Dalam hal ini pemerintah dituntut untuk berani dan tegas dengan catatan, pemerintah harus bisa memberikan solusi terbaik bagi semua pihak. Salah satunya dengan menggalakkan kembali transmigrasi seperti dulu atau dengan ganti rugi yang sepadan dengan bangunan-bangunan yang ditertibkan.

Keberhasilan transmigrasi di masa lalu dapat kita jadikan gambaran untuk menangani masalah daerah kumuh tersebut. Menurut saya transmigrasi masih cocok dilakukan dewasa ini mengingat masih banyaknya kawasan-kawasan atau pulau kosong dan tidak berpenghuni di Indonesia. Tinggal bagaimana cara pemerintah mengimplementasikan program tersebut.

Apabila masalah kawasan kumuh bisa diatasi maka bukan tidak mungkin banjir yang sering melanda kota-kota besar dapat dimimalisir, tentunya dengan membenahi sistem drainase dan sanitasi yang ada saat ini juga.

Kedua, sensus penduduk dan sensus kepemilikan tanah harus dilakukan sedini mungkin agar sengketa tanah dan masalah kepemilikan tanah lainnya dapat dihindari serta dapat mempermudah pembangunan di masa mendatang. Selain itu, UU pertanahan harus dipertegas untuk meminimalisir penyalahgunaan tanah dan bangunan. Belajar dari keadaan beberapa tahun terakhir ini, begitu banyak kasus sengketa tanah dan bangunan terjadi di Indonesia, hal ini termasuk dampak langsung dari kurang baiknya sistem administrasi pertanahan di Indonesia.

Ketiga, pemerataan pembangunan serta kelengkapan fasilitas umum di tiap daerah harus seimbang. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi daerah tertingal serta sebagai salah satu upaya untuk memimimalisir urbanisasi mengingat salah satu faktor pendorong urbanisasi adalah ketertinggalan daerah asal. Apabila pembangunan daerah berjalan dengan baik dan merata, maka memperkecil perluasan kawasan kumuh bukan lagi menjadi topik yang mengkhawatirkan.

Keempat, yang terpenting dalam pembangunan tata ruang dan pertanahan di Indonesia yaitu tetap melestarikan alam dan lingkungan sekitar kita. Terlepas dari betapa besar kebutuhan manusia akan lahan tempat tinggal, namun dalam setiap perencanaan pembangunan hendaknya kita mempertimbangkan dan memberi ruang tersendiri untuk daerah hijau dan resapan agar keseimbangan bumi ini tetap terjaga namun pembangunan tetap berjalan dengan semestinya.

Menciptakan kawasan hijau yang asri dan nyaman serta menciptakan ruang yang selaras dengan globalisasi dan dapat memimimalisir global warming menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah setiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini pemerindah daerah dituntut aktif dan kreatif untuk mengembangkan daerahnya karena sistem otonomi daerah di indonesia memberi keleluasaan untuk itu. Namun pada akhirnya semuanya tetap bergantung pada kebijaksanaan pemerintah sendiri.

Yang terakhir dan yang paling penting adalah sebisa mungkin pemerintah berusaha menutup celah bagi berbagai pihak untuk melakukan KKN. Belajar dari masa lalu, pada masa orde baru Indonesia sedang berada dalam puncak pembangunan dimana pemerintah mencanangkan program Repelita yang sesungguhnya berjalan sukses jika tidak diwarnai dengan unsur KKN.

Jika dilihat dari sistem saat itu, maka sesungguhnya pemerintah bisa mencanangkan program Repelita atau semacamnya untuk memperlancar pembangunan di Indonesia, tentunya dengan tetap
mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan melalui perencanaan yang matang pula. Yang perlu diingat oleh pemerintah Indonesia adalah tentang visi dan misi awal mereka sebelum menjabat di pemerintahan dan kemakmuran rakyat harus diutamakan. Pembangunan dan penataan ruang serta pertanahan saat ini menjadi gerbang utama untuk mencapai hal di atas. Oleh karena itu pemerintah dapat menanggapi dengan arif dan bijaksana terhadap permasalahan ini mengingat penataan ruang dan pertanahan merupakan hal yang sangat vital karena menyangkut kebutuhan pokok masyarakat, yakni pemukiman dan tempat bernaung.

Jumat, 25 Januari 2013

KESETARAAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM


Emansipasi  wanita. Sebuah pengakuan akan kesetaraan yang menjadi dambaan seluruh kaum hawa di dunia. Sebuah cita-cita  akan kebebasan dari lingkar diskriminasi gender. Cita-cita ini diperjuangkan oleh banyak wanita di setiap lintas masa. Dan seiring perkembangan zaman, pengakuan akan kesetaraan kedudukan antara laki-laki dan perempuan pun mendapat apresiasi yang luar biasa.
Kini wanita dapat bebas berkarya, menempuh pendidikan, berkarir dan memperoleh hak yang sama dengan kaum pria. Dan hasilnya? Jangan heran jika banyak kita temukan wanita-wanita pintar, wanita karir yang sukses, hingga seorang pemimpin wanita.
Namun jika kita kembali berkaca pada sejarah masa lalu, maka kita akan mendapati wanita sebagai mahluk yang tak diperhitungkan. Pada zaman jahiliyah, wanita memiliki kedudukan yang begitu rendah dan tidak dihargai sama sekali. Masyarakat Arab jahiliyah menganggap wanita tak lebih dari sebuah barang yang dapat dijual, dikendalikan dan diwariskan kepada keturunannya.
Bahkan wanita dipandang sebagai aib yang tidak memiliki hak untuk dihormati dalam masyarakat. Mereka berasumsi bahwa wanita adalah mahluk yang lemah dan merepotkan. Dan tragisnya, karena pemikiran kolot inilah maka mengubur bayi perempuan yang baru lahir justru dijadikan sebuah tradisi. Dan tradisi ini banyak di anut oleh Negara-negara Arab yang notabene merupakan kawasan awal penyebaran islam. Sungguh miris.
Namun di era globalisasi ini pandangan akan kedudukan wanita dalam kehidupan bermasyarakat telah memiliki tempat tersendiri dengan kesadaran akan penghormatan kepada kaum hawa yang juga semakin tinggi. Dan peranan wanita masa kini sungguh tak dapat dipandang sebelah mata.
 

Kesetaraan Dalam Perspektif Islam
          Pengakuan akan kesetaraan antara pria dan wanita adalah cita-cita kaum hawa. Namun, bagaimanakah islam memandang semua itu?
Islam menempatkan wanita pada tempat yang sangat terhormat dimana hak setiap wanita mendapat kejelasan seperti yang termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadits. Dan kesetaraan kedudukan antara pria dan wanita pun tak menjadi larangan karena pada dasarnya kedudukan seorang hamba Allah ditentukan oleh seberapa besar keimanannya kepada Allah.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku bajik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari)
          Dari hadits di atas, kita dapat memahami bahwa hendaknya kita berbakti pada ibu kita tiga kali lebih besar dari bakti kita kepada ayah. Hadits di atas memperjelas bahwa islam tak hanya menghargai kesetaraan saja, namun dalam hal tertentu menempatkan wanita lebih dari pada laki-laki.
          Jika kita ingat kembali tentang nasib wanita pada masa jahiliyah, maka kita akan melihat bahwa sesungguhnya islam merupakan pembuka jalan akan kesetaraan gender dan pembelaan atas wanita terhadap hak-haknya sebagai manusia.




          Pada masa jahiliyah, wanita tak mendapatkan haknya dengan baik. Selain derajatnya yang dipandang begitu rendah dan diberlakukan dengan keji, pembunuhan akan bayi perempuan pun mewarnai zaman kebodohan itu. Namun ketika islam datang, tradisi tersebut perlahan tapi pasti mulai dihentikan. Selain itu, islam mengajarkan untuk menghormati wanita seperti mereka menghormati dirinya sendiri.
          Namun, meski islam tak membeda-bedakan derajat antara laki-laki dan perempuan, namun perempuan tetap harus menyadari akan kodrat dasar mereka sebagai perempuan. Karena seindah-indahnya perhiasan di dunia adalah seorang wanita yang solehah dan berbakti pada suaminya.


Esay di atas pernah aku kirimkan dalam sebuah lomba menulis islam dan wanita dulu. Hasil buka2 file lama.

Minggu, 20 Januari 2013

Evaluasi Efektivitas PMPS Dalam Pengembangan Potensi Kota Yogyakarta.

 
UJIAN AKHIR SEMESTER
MATA UJIAN PENGEMBANGAN POTENSI DAERAH


Sekaten merupakan agenda tahunan yang digelar oleh Kraton Yogyakarta. Sekaten atau upacara Sekaten (berasal dari kata Syahadatain atau dua kalimat syahadat) adalah acara peringatan ulang tahun nabi Muhammad s.a.w. yang diadakan pada tiap tanggal 5 bulan Jawa Mulud (Rabiul awal tahun Hijrah) di alun-alun utara Surakarta dan Yogyakarta.
Awalnya sekaten diadakan sebagai strategi syiar agama islam di pulau Jawa dengan mengedepankan perpaduan unsure islami berbalut kearifan budaya Jawa itu sendiri. Sekaten menjadi suatu sebuah terobosan jitu pada saat itu yang terbukti dapat merukunkan paham Animisme dan Dinamisme dengan ajaran islam. Pada akhirnya sekaten pun menjadi semacam acara tahunan yang menjadi bagian dari kebudayaan Jawa hingga saat ini.
Namun pada kesempatan kali ini saya akan lebih menyoroti pelaksanaan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) sebagai salah satu rangkaian acara sekaten dengan focus evaluasi efektivitas PMPS dalam pengembangan potensi Kota Yogyakarta.
Sekilas mengenai Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS)
PMPS merupakan bagian dari rangkaian acara sekaten yang selalu menjadi sorotan dan daya tarik wisata tersendiri. PMPS tahun 2012 kali ini mengusung tema “Harmony Religi, Budaya dan Ekonomi Untuk Jogja Istimewa”. Penyelenggaraan PMPS tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena konsep acaranya dikembalikan kepada ruh awal sekaten yaitu sebagai syiar islam yang di dalamnya menyangkut kegiatan budaya, religi dan ekonomi.
Aspek budaya dalam sekaten ini digambarkan melalui kraton, dan aspek religi digambarkan melalui masjid, sedangkan aspek ekonomi digambarkan melalui alun-alun. Oleh karena itu, kegiatan sekaten hanya dilakukan di tiga tempat tersebut sehingga tidak membebani kawasan sekitarnya.
Sebagai bagian dari kegiatan perekonomian Kota Yogyakarta maka PMPS tahun ini digadang-gadang akan mendatangkan pemasukan yang besar bagi Kota Yogyakarta. Sasaran dari PMPS itu adalah para wisatawan baik asing maupun domestic dan warga kota Yogyakarta sendiri.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sekaten merupakan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk datang ke Yogyakarta. Peranan sekaten pun cukup besar mengingat sector pariwisata Yogyakarta merupakan andalan Kota Yogyakarta dalam meningkatkan pendapatan daerah, bahkan dalam beberapa tahun belakangan ini Pemerintah Daerah Kota Yogyakarta sedang gencar memajukan sector pariwisata. Oleh karena itu pelaksanaan PMPS pun harus dilaksanakan dengan menarik.
Tahun ini PMPS dibuka mulai tanggal 21 Desember 2012 hingga 24 Januari 2013 dan pengunjung yang datang ke arena PMPS tidak dipungut biaya. Demikian ditegaskan oleh Humas Pemkot Yogyakarta, Ig.Tri Hastono,S.Sos.,MM. langkah tersebut dimaksudkan untuk lebih menjangkau masyarakat menengah ke bawah.
Evaluasi Efektivitas PMPS Dalam Pengembangan Potensi Kota Yogyakarta.
Pasar Malam Perayaan Sekaten yang menjadi icon pariwisata tahunan Kota Yogyakarta sejak lama telah memberikan pengaruh yang besar baik dari segi budaya, pendidikan, religious bahkan perekonomian.
Antusiasme masyarakat dalam menyambut sekaten pun mengisaratkan bahwa kegiatan yang syarat nilai budaya ini telah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat dan selalu dinantikan. Bahkan sekaten telah menjadi satu asset Kota Yogyakarta yang memiliki potensi besar dalam pengembangan berbagai sector kehidupan terutama perekonomian.
Untuk lebih jelasnya kita akan melihat lebih jauh apakah PMPS benar-benar efektiv dalam pengembangan potensi daerah khususnya yang terkait dengan kehidupan masyarakat dan pemerintah Kota Yogyakarta. untuk itu akan dibahas lebih jauh dari berbagai sector terkait.
Pertama yaitu dari segi pendidikan dan kebudayaan. PMPS merupakan bagian penting yang pada dasarnya merupakan penggambaran kegiatan perekonomian Kota Yogyakarta. namun demikian PMPS tidak semata-mata berkutat pada perihal perekonomian saja, namun didalamnya terdapat banyak unsure budaya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah sendiri.
Dimulai dengan upacara pembukaan sekaten dan acara puncak sekaten dengan unsure gunungan, barang pusaka dan para prajurit keratonnya yang menonjol menjadikan acara tahunan ini begitu kental dengan unsure budayanya.
Dalam PMPS terdapat sebuah panggung yang khusus diperuntukkan bagi kegiatan kebudayaan, sebut saja pentas sendratari maupun tari daerah yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya sebagai pengenalan dan pelestarian kebudayaan tari dan wayang orang kepada masyarakat. Dalam tari dan pementasan itu pula banyak disisipkan unsure pendidikan.
Tidak hanya terkait tari-tarian saja, penampilan gamelan Yogyakarta dan banyak pementasan yang melibatkan masyarakat pun terlaksana sebagai apresiasi pemerintah dalam bidang pendidikan dan budaya.
Unsure pendidikan dan kebudayaan pun tidak hanya ditonjolkan oleh panggung budaya sekaten tersebut. Ada stand-stand yang menjual barang-barang kebudayaan seperti batik, blangkon, wayang, angklung bahkan berbagai mainan tradisional yang mulai dilupakan oleh anak-anak jaman sekarang. Selain itu juga ada stand-stand yang menjual buku, perlengkapan sekolah dan masih banyak lagi.
Yang kedua yaitu dari segi religious. Seperti yang kita ketahui bahwa pada awalnya sekaten adalah strategi untuk penyebaran agama islam, oleh karenanya acara ini pun kental dengan unsure islami. Hal ini terlihat pada pelaksanaan pembukaan sekaten dengan rangkaian doa dan penutupannya yang sarat akan unsure religi. Bahkan saat ini gerbang masuk PMPS pun dibubuhi dengan doa dan tulisan ayat-ayat Al-Qur’an.
Yang ketiga yaitu dari segi pariwisata. PMPS terbukti efektif dalam menarik pengunjung ke Yogyakarta. Ada banyak pengunjung yang memenuhi PMPS yang tidak hanya berasal dari Kota Yogyakarta sendiri namun juga dari daerah sekitar seperti Sleman, Kulon Progo, Gunung kidul, dan Bantul. Bahkan ada banyak pengunjung dari luar kota yang khusus menyambangi PMPS.
Yang keempat yaitu Ekonomi. PMPS menampilkan geliat perekonomian yang begitu kental, dan sebagai gambaran kegiatan perekonomian masyarakat maka sudah menjadi hal biasa jika kawasan PMPS menjadi begitu ramai oleh pengunjung. Maka bisa dibayangkan tentang banyaknya perputaran uang dari kegiatan tawar menawar di dalamnya.
PMPS menyumbang pemasukan pendapatan daerah yang sangat besar. Dari penyewaan lahan dan stand PMPS saja pemerintak kota Yogyakarta menargetkan pendapatannya hingga 1 miliar rupiah.
Kepala bidang pajak daerah dinas pendapatan daerah dan pengelolaan keuangan (DPDPK) kota Yogyakarta, tugiyarta menjelaskan bahwa panitia PMPS telah menyediakan 235 stand yang terbagi menjadi lima zona, yaitu zona A sebanyak 22 stand, zona B sebanyak 78 stand, zona C ada 56 stand dan 48 stand pada zona D, serta zona E dengan 31 stand. (jogja.tribunnews.com/2012/11/21)
Stand yang ada dibandrol dengan harga yang berbeda sesuai dengan letak dan luas lahannya. Untuk harga di zona B permeternya adalah Rp 140.000 karena lokasinya strategis dan dekat dengan jalan sehingga mudah dijangkau pengunjung. Untuk stand lainnya seperti zona D dipatok dengan harga Rp 110.000 dan 120.000 per meternya, sedangkan zona B Rp 130.000 permeter. Lahan yang disediakan ada yang 10x10 meter dan 5x5 meter.
Jika kita kalkulasikan dengan menggunakan luas lahan 5x5 meter untuk semua stand dan harga stand A , C, D dan E adalah Rp 110.000 dan zona B Rp 130.000 maka pemasukannya adalah:
A. 22 stand x Rp 110.000 x 25 meter = Rp 60.500.000
B. 78 stand x Rp 130.000 x 25 meter = Rp 253.500.000
C. 56 stand x Rp 110.000 x 25 meter = Rp 154.000.000
D. 48 stand x Rp 110.000 x 25 meter = Rp 132.000.000
E. 31 stand x Rp 110.000 x 25 meter = Rp 85.250.000 +
Jumlah Rp 685.250.000
Gambaran di atas merupakan gambaran minimum pendapatan daerah dari sewa lahan dan stand di PMPS tahun ini. Jadi tidak menutup kemungkinan 1 miliar yang ditargetkan dapat tercapai. Pendapatan tersebut belum termasuk pendapatan dari pajak parkir dll.
Para pedagang dan penyewa lahan pun meraup untung yang besar dari berjualan di PMPS mengingat jumlah pengunjung yang dating begitu melimpah. Keuntungan lainnya bagi masyarakat yaitu mereka bisa memperoleh barang ydengan harga lebih murah daripada hari biasanya.
Dampak Positif Pasar Malam Perayaan Sekaten
Adapun dampak positif dari Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) ini antara lain:
  1. Sekaten bisa menjadi tempat hiburan masyarakat dan icon Yogyakarta yang menarik dan terjangkau. Hal ini terlihat dari antusias warga masyarakat terutama masyarakat dari kelas ekonomi menengah kebawah yang telah ramai datang ke Sekaten bahkan hari-hari sebelum pembukaan.
  2. Pasar Malam Perayaan Sekaten menjadi bentuk nyata sebuah kebudayaan yang dilestarikan dengan baik.
  3. Bertambahnya pemasukan daerah yang cukup besar
  4. Yogyakarta memiliki icon wisata yang menjanjikan.
  5. PMPS merupakan asset daerah yang penting bagi pengembangan potensi pendidikan, kebudayaan, religi, pariwisata dan perekonomian Kota Yogyakarta.


Dampak Negative Pasar Malam Perayaan Sekaten
  1. Muncul pengelola parkir yang memasang tariff parker tidak sesuai dengan ketentuan Perda No, 5/2012. ).- Perayaan Sekaten Kraton Yogyakarta 2011 dijadikan ajang juru parkir (jukir) pasang tarif mahal. Setiap sepeda motor ditarif Rp 3.000, sedangkan mobil Rp 5.000. Pengunjung pun menjerit
  2. Sebagi pusat keramaian baru, maka daerah sekitar kawasan PMPS pun menjadi macet. Para pedagang kaki lima dan parkir selama ini meluber ke kawasan sekitar alun alun, antaralain kantor pos, jalan trikora, jagang kauman, dan rotowijayan Melubernya aktivitas ini mengganggu kenyamanan dan ketertiban lalu lintas di sekitar lokasi.
  3. Lokasi PMPS dan sekitarnya Nampak kumuh dengan sampah para pengunjung yang berserakan

Strategi pengembangan Pasar Malam Perayaan Sekaten Yogyakarta
Yang dibutuhkan PMPS dalam upayanya untuk mengembangkan PMPS agar tidak monoton dan dapat menarik lebih banyak pengunjung antara lain:
  1. Pembenahan konsep penataan stand yang juga memperhatikan tampilan luar PMPS sebab selama ini pengelola kurang memperhatikan hal tersebut sehingga PMPS sering kali terlihat kumuh dari luar dan mengesankan level acara tersebut kurang bagus hingga sampai saat ini masih belum efektif menjangkau masyarakat kalangan menengah ke atas
  2. Pemerintah dan pengelola harus menerapkan peraturan tegas terkait masalah kebersihan area PMPS, penyediaan tempat sampah baik di area luar maupun dalam sangat penting sebagai fasilitas kebersihan.
  3. Untuk mengantisipasi kemacetan maka pengelola harus dapat memberikan solusi apabila kemacetan terjadi sebagai pertanggung jawaban kepada masyarakat yang lain.
  4. Peredaran produk yang ada pun perlu diawasi lebih ketat lagi.
  5. Keamanan dan juga kualitas wahana pun harus diperbiki mengingat banyak wahana yang dinilai masyarakat Nampak kurang aman, syarat bahan wahana pun harus diperhatikan. Penetapan syarat konstruksi wahana agar lebih diperketat.
  6. Akan lebih efektif apabila di tahun mendatang pengelola menyediakan semacam peta kawasan PMPS untuk memudahkan para pengunjung.
  7. Penambahan jumlah toilet umum pada tempat-tempat yang strategis juga harus dilakukan.
  8. Tentunya juga penertipan parker liar dan standar harga yang sesuai dengan peraturan pun wajib diperbaiki. Pengawasan pun harus lebih ketat lagi.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.pikiran-rakyat.com/node/135424- diakses pada tanggal9Januari 2013. Pukul 16.55

Rabu, 05 Desember 2012

Fenomena Sarjana Nganggur, Potret Suram Pendidikan Indonesia


Pengangguran di Indonesia sudah bukan hal yang  aneh. Dimana-mana kita dapat menjumpai pengangguran, hal inilah yang kemudian disinyalir sebagai salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan di Indonesia. 
Dulu pengangguran kerap dikaitkan dengan tingkat pendidikan yang rendah. Namun pada kenyataannya kini pengangguran justru berkembang dengan munculnya kategori pengangguran terdidik. Tingkat pendidikannya pun tidak main-main yaitu dari lulusan sma hingga sarjana. Ironisnya justru saat ini pengangguran dari tingkat pendidikan S1 semakin banyak ditemui. Ada apakah ini?
Ya, sarjana yang dahulu merupakan jenjang pendidikan yang sangat tinggi dan dipandang sebagai jaminan akan perolehan pekerjaan serta kehidupan yang layak nampaknya mulai kehilangan eksistensinya. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang mulai berpikir bahwa pendidiksn ysng tinggi tidak menjamin kesuksesan seseorang di masa depan. Kondisi ini menjadi wajar melihat kenyataan yang ada dimana banyak sekali lulusan S1 yang sulit mendapatkan kerja, atau kita dapat menemui sarjana pertanian yang menjaga konter pulsa, bahkan pengacara yang menjaga took dengan gaji hanya Rp 800.000,- /bulan. Ironis memang, namun itulah kenyataannya.
Lalu apakah yang menyebabkan banyak pengangguran bergelar S1 di Indonesia? Jabawannya antara lain karena memang lapangan kerja di Indonesia makin sempit sedang lulusan perguruan tinggi kian menumpuk. Namun demikian hal tersebut merupakan factor yang lumrah. Beda halnya dengan jika penyebabnya adalah kualitas lulusan S1 yang ada tidak memenuhi kualifikasi pasar kerja. Banyak diantara lulusan tersebut yang tidak memiliki soft skill yang mumpuni dan tidak terlatih dalam menghadapi dunia kerja.
Fenomena pengangguran S1 seharusnya segera dicari jalan keluarnya. Misalnya dengan memberikan pembekalan soft skill yang baik dan memberikan persyaratan kelulusan yang mendukungnya di dunia kerja misalnya penguasaan bahasa inggris, computer dll. Oleh karena itu pada dasarnya lulusan S1 seharusnya tidak hanya ahli dalam teori namun juga praktek sebab kelemahan pendidikan Indonesia adalah karena banyak melahirkan sarjana pintar namun tidak terlatih.

Minggu, 30 September 2012

Resume Kuliah Umum


ini adalah resume Kuliah Umum yang disampaikan oleh Pak BARTOLOMEUS PADATU, S.Fil, MPA yang aku lupa kapan, hehe....silahkan dibaca!


We Are The Champions
(Queen)

I've paid my dues, time after time
I've done my sentence, but committed no crime
And bad mistakes, I've made a few
I've had my share of sand kicked in my face, but I've come through
We are the champions-my friends
And we'll keep on fighting till the end
We are the champions, we are the champions
No time for losers
Cause we are the champions, of the world
I've taken my bows, and my curtain calls
You brought me fame and fortune, and everything that goes with it
I thank you all
But it's been no bed of roses, no pleasure cruise
I consider it a challenge before the whole human race, and I ain't gonna lose
We are the champions, my friends
And we'll keep on fighting till the end
We are the champions, we are the champions
No time for losers
Cause we are the champions of the world
(repeat),
Dari lirik lagu We Are The Champions (artis-Queen) diatas terdapat sebuah kalimat “No time for loser because we are the campions” yang berarti Tak ada waktu untuk menjadi pecundang karena kita adalah pemenang.
Dari sebuah lagu yang indah kita menemukan pesan yang teramat penting namun mulai terlupakan. Sebuah refleksi dari harapan para pendahulu agar kita sebagai penerusnya memiliki mental yang kuat dan pantang menyerah. Sudah sewajarnya kita sebagai penerus diharapkan memberikan feedback yang memuaskan. Dengan cara apa? Dengan mengembangkan diri agar lebih baik. Meninggalkan budaya dan pemikiran “primitif” menuju sebuah perubahan ke arah yang lebih baik hingga kita bisa dengan bangga menyatakan bahwa “Aku adalah seorang pemenang”.
Lagu We Are The Champions tersebut juga mengungkap sebuah catatan penting bahwa sesungguhnya para pendahulu kita telah memikirkan kita sejak dahulu. Mereka memikirkan nasib kita dan mereka percaya bahwa setiap pribadi telah ditakdirkan menjadi generasi dengan pribadi yang baik. Kesimpulannya, sesungguhnya setiap generasi muda memiliki potensi masing-masing yang harus terus dikembangkan agar tidak tertinggal.
Dan dalam perkembangannya, zaman telah membawa kita pada era baru dengan pemikiran dan fasilitas yang lebih maju. Perkembangan teknologi dan informasi menjadi bukti bahwa kita lebih berkembang dari para pendahulu. Bahkan saat ini jika kita berbicara tentang teknologi maka akan sama artinya dengan kita membicarakan dunia kita saat ini.
            “Idealis boleh, tapi jangan primitif” itulah yang saya tangkap setelah pembicara menyatakan bahwa kepercayaan, budaya, adat dll jangan sampai menghambat pengembangan kita kearah modern. Terkadang kita terlalu idealis dengan pemikiran kita dan menutup mata akan perkembangan teknologi yang terjadi, itulah yang menyebabkan perkembangan kita terhambat bahkan cenderung berjalan mundur dan tertinggal dengan yang lain.
Dengan adanya perkembangan teknologi yang ada menimbulkan sebuah teori bahwa percampuran antara informasi dan teknologi memiliki pengaruh besar untuk membentuk manusia menjadi manusia egaliter. Ketika telah mencapai tahap ini barulah kita sadar bahwa sesungguhnya semua hal yang tidak membebaskan turut membuat pikiran tidak bebas.
Ketika kita dihadapkan pada perkembangan teknologi yang begitu pesat, maka suatu hak mutlak bagi kita untuk memutuskan apakah kita mengikuti perkembangan atau tetap sama dan tidak berubah. Oleh karena itu sebuah pilihan yang sama akan kita miliki ketika kita dihadapkan pada ICTs sebagai bagian dari teknologi yang ada. Just Change or Lost in ICTs age!
Sebagai sebuah gambaran bahwa ICTs =  teknologi = dunia kita saat ini. ICTs memungkinkan kita untuk dapat bertemu dengan siapa pun di seluruh penjuru dunia dan mengetahui merbagai informasi penting dengan mudah. Dengan berbagai program dan media yang ada, ICTs mendukung perkembangan secara lebih efektif dan efisien. Bayangkan jika kita harus pergi ke Prancis hanya untuk melihat menara Eifel, maka berapa banyak uang, waktu dan tenaga untuk pergi ke Prancis. Namun kini dengan adanya ICTs membuat Prancis dan tempat tempat lainnya begitu dekat dan terjangku.
Begitu banyak keuntungan yang diberikan dri perkmbangan teknologi yang ada, namun tidak semua orang dapat menerima perubahan. Dibutuhkan kemauan yang kuat untuk bisa siap menerima perubahan, dan itu tidak selalu mudah bahkan ketika kita telah menerima perubahan namun pelaksanaannya tidak sesuai dengan yang semestinya. Oleh karena itu dibutuhkan usaha serius untuk bisa memanfaatkan perubahan yang ada dengan maksimal dan positif.
Making new habit!  Merupakan langkah wajib agar kita siap menerima perubahan. “Migration from old/primitive study to progresif study” merupakan konsep perubahan yang ditawarkan khususnya bagi mahasiswa. Untuk mencapai progresif study maka kita harus menentukan kebiasaan baru yang akan kita jadikan kebiasaan nantinya.
 Sesungguhnya apasih yang dimaksud dengan “primitif”? primitive adalah sebuah konsep hidup baik pemikiran maupun tingkah laku yang tidak berkembang dan menghambat perkembangan. Misalnya ketika kita menjadi “katak dalam tempurung” dengan hanya menjalin pertemanan dari satu tempat atau perkumpulan saja. Mungkin itu hanya sebuah masalah yang simple, namun pada kenyataanya hal tersebut justru membuat pikiran kita tidak berkembang karena kita hanya berkaca pada satu tempat sehingga pikiran kita menjadi terbatas.
Untuk mencapai tahap progresif study kita harus bisa berfikir praktis dan fleksibel. Ketika pikiran kita bisa menyerap berbagai informasi dari berbagai sumber dengan bijaksana dengan tidak dibatasi oleh pemikiran-pemikiran kuno yang rumit maka kita telah siap untuk menerima perubahan. Sebuah perubahan harus diawali dengan evaluasi diri, dikawal dengan evaluasi diri dan diakhiri dengan evaluasi diri. Jadi rajin-rajinlah mengevaluasi diri agar bisa berkembang dengan tepat.


APA YANG HARUS KITA MILIKI SEBAGAI MANUSIA YANG PROGRESIF??
We must have Tools leverage. Inilah modal utama kita untuk menjadi progresif. Tools leverage antara lain :
§      Computer
Computer merupakan modal utama yang harus kita miliki untuk bisa mengoperasikan ICTs dan menjadi warga Cyber Space. Tidak ada alasan untuk tidak memiliki computer bahkan ketika kita benar-benar tidak memiliki kemampuan untuk menjadikannya milik pribadi.
Seperti apa yang dikatakan Pak Barto, “jadikanlah computer kampusmu menjadi milikmu”. Ada banyak cara untuk memiliki computer meski bukan computer milik pribadi karena sesungguhnya ketika kita berada didepan computer dan mengoperasikannya, maka computer dan informasi yang ada di dalamnya menjadi milik kita meski hanya dalam beberapa detik.

§      Jaringan Internet
Jaringan internet bisa kita dapat dari berbagai media seperti WiFi dan Modem dengan menyambungkannya pada computer atau laptop kita. Bahkan kini kita tidak harus memiliki computer untuk mendapat jaringan internet. Kini HP, PC tablet, I-Phone dan berbagai perangkat lainnya banyak yang telah dilengkapi dengan aplikasi internet yang bisa dioperasikan kapan saja tanpa harus menggunakan WiFi ataupun modem. Jadi tidak ada alas an untuk tidak menggunakan internet karena ketika merasa keberatan dengan penyediaan perangkat-perangkat di atas maka kita hanya perlu pergi ke warnet, duduk, mengoperasikan internet dan diakhiri dengan membayarkan sejumlah uang kepada kasir di depan. Just it! A simple way to be progresif.

§      Facebook
Beberapa pandangan terkadang menyudutkan facebook sebagai jejaring social yang hanya menyebabkan waktu terbuang sia-sia dengan mengepostkan status-status aneh yang membuat “galau” para pembacanya. Namun ternyata ada berjuta manfaat yang begitu besar jika kita bisa memanfaatkan facebook secara tepat. Facebook memungkinkan kita untuk bertemu dengan banyak orang di dunia bahkan dengan facebook pula terkadang pertemuan-pertemuan penting dan menentukan hidup di masa depan tercipta. Dengan facebook kita bisa menjadi mahasiswa di universitas-universitas terkemuka dunia dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari professor-profesor jenius hanya dengan mengoperasikan facebook secara tepat.
“Yang menentukan facebook itu bermanfaat atau tidak bukanlah facebook tersebut namun bagaimana kita memanfaatkannya, dan itu adalah sebuah pilihan”

§      Provider Strategis-Penyedia Layangan Provider
Ada begitu banyak provider yang bisa kita dapatkan untuk membantu kita menjalankan program-program yang ada dengan baik. Tidak ada alasan lagi untuk tidak mendapatkannya ketika perangkat mahal dan utama seperti computer dan internet bisa didapat bahkan tanpa mengeluarkan biaya yang besar. So, just try.

§      Electronic Dictionary
Tahukah anda jika syarat menjadi warga Cyber Space adalah menguasai bahasa inggris?
Seperti yang kita tahu bahwa bahasa inggris merupakan bahasa internasional yang digunakan dalam computer dan internet serta berbagai perangkat Cyber Space lainnya. Jadi ketika kita tidak menguasai bahasa inggris maka akan sulit bagi kita untuk bisa berkembang dengan cepat. Oleh karena kita dapat memasang Electronic dictionary sebagai salah satu program wajib di HP maupun perangkat lainnya. Selain itu kita juga harus mulai membiasakan diri untuk mengakses program translate seperti google translate misalnya.


Ketika Tools leverage telah terpenuhi, maka kita siap untuk mengembangkan diri dan memperluas jaringan tanpa terbatas bahkan dengan universitas ternama sekalipun karena sangat penting bagi kita untuk melakukan multifikasi jaringan cerdas.
Ketika kita telah memiliki banyak jaringan dengan orang-orang hebat di luar sana maka kita akan ikut menjadi seperti mereka. Bukankah menjadi progresif itu menyenangkan?

Dari kuliah umum yang disampaikan bapak Bartolomeus Padatu, S.Fil, MPA beberapa waktu lalu dapat kita rangkum beberapa kesimpulan untuk menjadi warga Cyber Space yang baik, yaitu :
Ø  Ketika semua orang sibuk dengan obyek pembicaraan galau-nya dan berbagai istilah lainnya, maka sibukkanlah dirimu untuk memahami istilah-istilah yang lebih penting lagi.
Ø  Jangan takut untuk berubah dan mengevalusi diri karena keduanya saling berkaitan. Ketika kita takut mengevaluasi diri dan menerima kritikan maka kita akan takut pula pada perubahan. Kelemahan, kekurangan dan kelebihan kita akan kita ketahui setelah kita mengevaluasi diri. Dan ketika kita takut mengevaluasi diri, maka sama halnya kita takut untuk disalahkan.
Ø  Menjadi progresif akan mudah jika kita membiasakan diri untuk tidak primitive. Meninggalkan budaya dan pemikiran “cetek” dengan kebiasaan baru yang lebih berkembang menjadi kunci keberhasilan.
Ø  Membiasakan diri dengan bahasa inggris, merupakan sebuah langkah besar untuk bersahabat dengan dunia. Satu kata bahasa inggris setiap harinya akan membawa kita lebih berkembang dan mudah dalam pergaulan. Bahasa inggris tidak hanya bisa kita dpat dari buku atau kamus dn pelajaran di sekolah saja, ketika kita mengaplikasikan internet, ketika kita menonton film luar dapat menjadi alternative pembelajaran bahasa inggris dengan cara yang berbeda
Ø  Milikilah jaringan yang luas dengan orang-orang hebat di luar sana maka rasakan hal-hal hebat yang akan kau dapatkan. Ketika kita memposisikan diri di tengah-tengah orang berwawasan luas, maka sudut pandang dan pemikiran kita pun akan berkembang mengikuti lingkungan kita. Semakin luas jaringan kita maka semakin luas pula wawasan kita.
Ø  Jadilah “anak terminal net” yang baik dengan rajin mengunjungi situs-situs penting dan strategis serta berumahlah di perpustakaan dunia (en.book.org). untuk menjadi anak terminal net maka kita harus rajin mengunjungi situs-situs penting dan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mencari informasi yang bermanfaat semaksimal mungkin.
Ø  “Any fact facing us is not as important as our attitude toward it, for that determines our success of future”(Norman Vincen Reale)
Ø  Setiap waktu kita harus memperoleh kemajuan dan menghasilkan sesuatu.(Thomas Alfa Edison)
Every 10 days……dalam sepuluh hari menulis 1 bab
Every 6 moon ……dalam satu bulan jadilah satu buku
Ø  Read books like apple: satu apel setiap hari akan menjauhkan anda dari dokter, dan setiap satu buku yang and abaca akan menjauhkan anda dari kebodohan.
Ø  Mulailah membaca dari satu kata. Janganlah berhenti baca sebelum mendapatkan satu paragraph karena pikiran penulis ada pada satu paragraph tersebut. Bacalah hingga satu buku dan jangan berhenti hingga kau dapatkan buku – buku yang lain.
Ø  Be writer not just reader
Biasakan diri untuk terus mengembangkan diri dari waktu ke waktu. Dimulai dari membaca dan dilanjutkan menjadi penulis. Seperti halnya proses menjadi penulis, untuk menjadi warga Cyber Space memerlukan pengembangan diri dan upaya perubahan dari primitive study menjadi progresif study.
Ø  Kuliah bukanlah proses untuk mencari gelar, tapi kapasitas.
Ketika mainset kita tentang kuliah ditujukan pada pencarian gelar semata, maka akan kita dapati bahwa kita sesungguhnya telah gagal. Jika mainset kita untuk kuliah adalah kapasitas, maka dalam menjalani perkuliahan kita akan menjalaninya dengan serius dan ada usaha untuk mengembangkan diri secara maksimal.
Ø  Milikilah akun facebook lebih dari satu yaitu akun domestic untuk hubungan kita dengan orang-orang terdekat dan yang kita kenal, akun satu lagi adalah akun internasional yang digunakan untuk membangun relasi dengan dunia luar dan sifatnya rahasia.