aKU

aKU

Jumat, 16 November 2012

Masa Lalu & MaSa DePan





Untuk hari ini aku akan hidup
Maka wahai masa lalu yang telah pergi dan menghilang…
Enyahlah seperti matahari
Aku tidak akan menangisi kepergianmu
dan engkau tidak akan melihatku duduk termenung untuk mengingatmu barang sejenakpun
Kerena engkau telah meninggalkanku, hijrah dariku dan pergi dariku untuk selamanya
tanpa pernah kembali

#Laa Tahzan#



#Laa Tahzan#
 

Wahai masa depan,
Engkau masih berada di alam ghaib
Maka aku tidak akan berinteraksi dengan mimpi-mimpi
Aku tidak akan menjual diriku kepada ilusi dan bayangan
Dan aku tidak akan menyegerakan kelahiran yang tiada
Hari esok masih belum ada
Karena ia belum diciptakan dan masih belum disebut-sebut keberadaannya

Laa Tahzan



Sesungguhnya bencana yang menimpa kita adalah karena ketidakberdayaan menghadapi masa sekarang
dan kita hanya sibuk dengan masa lalu.

Kita bengkalaikan istana-istana kita yang indah-indah,
lalu kita ratapi puing-puing masa silam yang telah ditinggalkan.

Sesungguhnya jika seluruh manusia dan jin bersatu padu untuk mengembalikan masa lalu, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya
Karena hal itu sama dengan melakukan suatu kemustahilan.




about human







“Everyone is a moon, and has a dark side which he never shows to any body”

 

Selasa, 30 Oktober 2012

TENTANG PILIHAN…


TENTANG PILIHAN…

Seseorang (yang aku lupa namanya karena kami baru saja berkenalan dalam sebuah event pelatihan dan aku tak terlalu bagus dalam mengingat nama) pernah bertanya padaku tentang pilihan masa depan. Bukan sesuatu yang serius mungkin, tapi aku rasa ini penting untuk dipertimbangkan.
Dia bertanya apakah jika sudah menikah nanti aku akan tetap bekerja atau cukup menjadi ibu rumahtangga biasa?
Aku bingung untuk menjawab karena sejujurnya belum terlintas dalam pikiranku tentang kehidupan setelah aku lulus kuliah nanti, semua masih abstrak dan belum terkonsep dengan baik. Bahkan sama sekali tak ada pernikahan dalam pikiranku saat ini. Tapi yah siapa yang tahu akan ada pertanyaan menggelikan seperti ini. So, aku mencoba berkelana mencari gambaranku tentang masa depanku setelah menikah (perhatian! Aku bukan para normal. Ini hanya bentuk eksistensi sisi lebai dalam kosa kataku). Dan Yip! Aku tahu jawabannya. Aku akan tetap bekerja tak peduli sekaya apapun suamiku nanti. WhY? Dia bertanya dengan serius.
Aku diam sejenak mencari alasan yang tepat.
“hm, kupikir karena aku bukanlah orang yang betah berlama-lama berdiam diri tanpa berkarya. Aku mempunyai banyak mimpi yang satu persatu telah gugur karena berbagai pertimbangan dan lewatnya kesempatan. Aku memiliki keluarga yang harus kutanggung. Aku tak ingin merepotkan suamiku kelak dan membebani pikiran suamiku dengan masalah keluargaku atau orang-orang yang ingin kubahagiakan. Akupun tak ingin membuat otakku berkarat dan membiarkan ilmu yang selama ini kucari menguap karena tak kugunakan semaksimal mungkin. Bahkan mimpi terbesarku adalah untuk mencapai gelar tertinggi dalam pendidikan. So, aku membutuhkan banyak biaya untuk itu. Aku tak ingin membebani suamiku dengan ambisiku, ia cukup menghidupiku dan anak-anakku saja. Lagipula aku bukanlah orang yang suka terlalu bergantung pada orang lain. Bukannya aku ingin mengucilkan suamiku, tapi hidup adalah pilihan dan aku pikir wajar jika aku menuntut hakku sebagai wanita modern dengan catatan aku tak menelantarkan kewajibanku dan peranku sebagai istri dari suami dan ibu dari anak-anaku kelak.”
Ia Nampak mencerna alasanku. Dan setelah itu kami disibukkan dengan materi pelatihan yang cukup sulit. Namun setelah itu aku kembali berpikir, aku bertanya lagi pada hatiku tentang alasanku itu. Aku merasa janggal sekaligus merasa bersalah karena tidak dapat mengatakan yang sejujurnya pada dirinya. Sejujurnya aku hanya takut jika suatu hari aku harus menghadapi berbagai permasalahan dalam rumah tanggaku baik dalam finansial atau bahkan kemungkinan terburuk yaitu perceraian maka aku tak akan kehilangan peganganku dengan dramatis. Yah kita harus memikirkan segala yang terburuk yang mungkin terjadi bukan?
Aku pernah bertukar pikiran dengan kakak sepupuku yang menjadi janda setelah bercerai dengan suaminya. Aku bertanya padanya tentang alasan perceraiannya dan ia menjawab :
“apa lagi yang bisa kita lakukan ? jika hati ini sudah tak lagi terpaut dan hanya sakit yang dirasa? Aku memilih untuk berpisah bukan semata karena egoku. Aku memilih untuk menyelamatkan anak-anakku. Aku memilih untuk berdiri sendiri, berdikari tanpa tersakiti. Karena bersamanya tak beda dengan tahanan dalam penjara kenistaan. Dengannya aku tak berharga, tak berdaya, tak berkarya dan tak bicara. Namun kini kubuktikan bahwa keyakinan diri ini tak hanya sebatas kata berbumbu intuisi. Aku berdiri dengan kebahagiaan dan masa depan anakku terlukis jelas nan indah di masa mendatang dan aku tak pernah menyesal dengan keputusanku.”
Yah aku salut padanya, kini dia benar-benar menjadi sukses dengan kemampuannya sendiri. Ia yang dulu meringkuk berhadapan dengan kekerasan, pengekangan dan penyiksaan dapat berjalan tegap dan membuktikan dirinya pada dunia. Yah, darinya aku mendapat sedikit trauma akan rumah tangga, namun aku pun menangkap semangat, keberanian, dan juga inspirasi dari sosoknya.

Aku pun berharap agar banyak perempuan di luar sana dapat bahagia dengan kehidupannya masing-masing.

Makan g Makan Ngumpul

(Makan g Makan Ngumpul)

from http://kabutmetamorfosa123.blogspot.com/

"Aku selalu menikmati setiap detik yang ku habiskan bersama kalian....
setiap perjalan, tawa dan tangis yang selalu ku kenang....
Setiap butir nasi yang kunikmati di tengah gelak tawa kesederhanaan
Setiap teguk air kebersamaan..."


uw....liburan yang g seru kawan...tanpa kalian semua liburan ini berasa gimana gituw....
g rame, g seru, g ada tantangan....
mu ke gunung gda temennya.....padahal kangeeen banget mu naek...argh...
oya, masih inget g ma foto nie...
ini foto diambil waktu survey ke wanagama buat Diksar Mapala Agny Angkatan XIV....ingat?
kita makan di lapangan samping joglo....di bawah bohon apa gitu....
kita makan sekitar jam 2an lah...pdahal kita blum sarapan dari rumah.....gara-gara mbah n kak bangkit telat nie...alhasil, begitu nasi dituang ke sobekan tas kresek dan sayur disebarkan....semua ludes dalam beberapa detik....

habis itu, tentu aja narsis...hehe, teteup...
pokokny makan g makan kumpul



Juli 2011